T = suhu benda (K)
Rumus tersebut digunakan untuk menghitung daya radiasi atau laju
energi rata-rata pada benda hitam, jika benda panas yang bukan benda hitam maka
akan memenuhi hukum yang sama tetapi nilai emisivitasnya lebih kecil dari satu.
Benda hitam ideal akan menerima semua radiasi tanpa memantulkannya, dapat
memanaskan dirinya sendiri dan melepaskan semua energi dengan bergantung pada
suhunya.
Contoh Soal :
Sebuah benda dengan luas permukaan 200 cm2 bersuhu
727ºC. Emisivitas benda sebesar 0,6. Tentukan daya radiasi pada benda tersebut!
Diketahui:
σ = 5,67 x 10-8 (W/m2K4)
A = 200 cm2 =
200 x 10-4 = 2 x 10-2 m2
e = 0,6
T = 727ºC + 273 K = 1000
K
Ditanya: P?
Jawab:
P = e A T4
P = 0,6 x 5,67 x 10-8 x
2 x 10-2 x 10004
P = 6,804 x 102 =
680,4 W
Jadi, besarnya daya
radiasi atau laju energi rata-rata pada benda tersebut sebesar 680,4 Watt.
Hukum Pergeseran Wien
Wilhelm Wien melakukan
penelitian secara empiris dengan menghubungkan antara tempertur dan Panjang
gelombang radiasi yang dipancarkan oleh benda hitam. Percobaannya
direpresentasikan dalam bentuk grafik intensitas terhadap Panjang gelombang,
seperti ditunjukkan pada gambar. Grafik ini dikenal juga sebagai grafik
distribusi spektrum gelombang.
Pada gambar dapat dilihat bahwa posisi
kurva dengan temperature yang lebih tinggi berada di atas dari kurva dengan
temperature lebih rendah. Dengan kata lain, kurva dengan Temperature lebih
tinggi memiliki puncak intensitas yang lebih tinggi. Selain itu, kurva dengan
temperature yang lebih tinggi berada pada sebelah kiri, atau berada pada panjang
gelombang yang lebih pendek.
Dari Hasil
penelitiannya teramati bahwa puncak intensitas radiasi bergeser ke arah Panjang
gelombang yang lebih pendek ketika temperature mutlak bendanya semakin tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa Panjang gelombang radiasi saat intensitasnya maksimum
berbanding terbalik dengan suhu mutlak bendanya.Gejala pergeseran puncak intensitas maksimum dari hasil
percobaan tersebut dapat diformulasikan dengan Hukum Pergeseran Wien persamaan berikut
λm = Panjang gelombang pada intensitas maksimum
(m)
T =
temperature mutlak (K)
C = 2,9 x 10-3 mK
Dari Persamaan tersebut dapat diketahui bahwa
hasil kali antara Panjang gelombang dengan temperature mutlak benda yang
memancaran radiasi adalah sebuah bilangan konstan yang nilainya 2,9 x 10-3mK. Artinya, setiap kenaikan temperature, maka
Panjang geleombang akan menjadi lebih rendah. Sebaliknya, jika temperature
benda hitam turun selama memancarkan radiasi, maka Panjang gelombangnya menjadi
lebih pendek. Hukum Pergeseran Wien juga digunakan untuk memperkirakan
temperature sebuah bintang dengan melihat cahaya sebuah bintang, temperature
bintang tersebut dapat diprediksi dengan cara dihitung.
Contoh Soal :
Sebuah benda hitam memiliki temperature 2.000 K. Tentukan
Panjang gelombang radiasinya pada saat intensitasnya maksumum.
Diketahui:
T = 2.000 K
T =2 x 103K
Panjang
gelombang radiasi saat intensitas maksimum adalah:
λm T = 2,9 x 10-3 mK
λm =(2,9 x 10-3 mK)/(T)
λm = (2,9 x 10-3 mK)/(2 x
103K)
λm = 1,45 x 10-6m
λm = 1,45 mm
Teori Kuantum Planck
Hipotesis Max Planck, cahaya adalah
pancaran gelombang elektromagnetik yang bersifat diskret (berupa paket-paket
energy yang terkuantisasi) yang disebut kuantum.
Kuantum yang bergerak sama dengan kecepatan cahaya disebut
foton. Besar energi foton sebanding dengan frekuensi foton yang dinyatakan
dengan persamaan :
Bila banyaknya
foton n maka besar energinya :
Keterangan :
E = energi
foton (J)
f = frekuensi foton (Hz)
c = kelajuan cahaya (3×108
m/s)
l = panjang gelombang foton (m)
n = jumlah foton
h = konstanta Planck (6,6×10-34
Js)
Contoh Soal :
Tentukan kuanta energi yang terkandung dalam sinar dengan
panjang gelombang 6600 Å jika kecepatan cahaya adalah 3 x 108 m/s
dan tetapan Planck adalah 6,6 x 10−34 Js !
Jawab :
E = h(c/λ)
E = (6,6 x 10−34 )( 3
x 108/6600 x 10−10 ) = 3 x 10−19 joule
Efek fotolistrik adalah gejala
terlepasnya elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya
(gelombang elektromagnetik).Percobaan ini dilakukan oleh Albert Einstein dengan tujuan meyelidiki bahwa cahaya
merupakan pancaran paket-paket energi (teorikuantum) yang dikemukakan
oleh Max Planck.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak
semua cahaya yan dijatuhkan pada keping akan menimbulkan efek fotolistrik. Efek
fotolistrik akan timbul jika :
1. Frekuensi foton lebih besardari
frekuensi ambang logam (f > fo)
2. Panjang gelombang foton lebih kecil
dari panjang gelombang ambang
logam (λ>λo )
Pada peristiwa fotolistrik berlaku
persamaan :
Keterangan :
E = energi foton
(joule)
W = Fungsi kerja
logam (joule)
Ek = Energi
kinetic (Joule)
f = Frekuensi foton (Hz)
fo = frekuensi
ambang logam (Hz)
e = muatan electron = 1,6 x10-19 C
h = konstanta Planck = 6,625 x 10-34 Js
Berkas sinar
Ultraviolet (λ = 3000 A) dijatuhkan pada suatu pelat logam dan untuk
membebaskan electron dari logam tersebut diperlukan energi 4 eV.
Energi kinetik elektron tersebut adalah.....
Diketahui :
Panjang gelombang foton, λ = 3000
A = 3 x 10-7 m
Fungsi kerja logam, W = 4 eV = 4 x 1,6 x 10-19 J
Energi kinetik
electron saat keluar dari logam adalah
Ek = E – W
= h c/ λ – W
= (6,625 x 10-34) x (3 x 108
/ 3 x 10-7) – 6,4 x 10-19
= 0,225 x 10-19 J
0 Comments